Jumat, 21 Januari 2011

" Wilayah Paling Erotis! "



Seorang sahabat yang gokil sedang nervous mendekati hari 'H' pernikahannya. Malu-malu dia bertanya kepadaku : "Dimana sih, daerah erotis wanita?"
Tercenungku dibuatnya. Aku tidak berfikir keras untuk menjawabnya. Tapi aku bertanya keras dalam hati. "Kenapa pertanyaan ini selalu menarik bagi hampir semua lelaki?" Pertanyaan ini membuatku makin sadar akan kehebatan wanita. Dalam urusan ini jarang aku mendengar atau membaca dari kubu wanita tentang hal ini. Apakah kaum wanita penasaran dengan daerah erotis lelaki?... Oh, NO WAY!!!!

Nyungsang njungkir, jungkir balik kaum lelaki mempelajari ini dari berbagai media. Baik cetak maupun elektronik, baik visual maupun audiovisual, mereka akan tetap pada rasa penasarannya dan tidak akan mendapatkannya.
Karena sejatinya untuk menaklukkan seorang wanita, wanita tidak membutuhkan sebongkah berlian ataupun wajah yang rupawan dari seorang lelaki. Tidak perlu juga ditelusuri dari ujung rambut sampai jempol kaki. Tetapi, sentuhlah ia tepat di dasar hatinya. Kau akan mendapatkan segalanya dari seorang wanita. Seluruh jiwa dan raganya. Bukan seonggok tulang yang berbalut daging semata. Tidak peduli si wanita sampai pada puncak apa belum, dia akan sangat puas dan bahagia dengan mengantarkan kau sampai ke puncak. Menatap bulir rona kebahagian terpancar di wajahmu, itu sudah puncak kebahagiaan bagi seorang wanita. :-)

"Gelang Power Balance"




Tahu gelang PB kan???
Adalah sebuah gelang karet warna warni dengan tulisan Power Balance. Aku memakainya. Warna abu-abu. Aku tidak berniat memakainya awalnya. Meski si sulung bilang gelang tersebut berkhasiat bla bla bla. Hehehe...
Tapi si bungsu selalu meniru apa yang dilakukan kakaknya. Lagipula di kalangan abg gelang ini kan ngetren banget...Akhirnya mintalah si bungsu ini dan aku belikan... Ternyata setelah aku pakaikan..kegedhean! Ya udah akhirnya aku yang pakai. Si bungsu aku belikan lagi karena terus merengek minta dibelikan...

Di sebuah pagi yang ceria... di tengah aktifitas kami prepare pagi, menyiapkan anak-anak berangkat ke sekolah. Sayup-sayup kudengar host acara music pagi dari sebuah radio fm bilang kalau ternyata pihak Australian Competition & Consumer Comission menyatakan bahwa gelang power balance tersebut menipu. Produsen gelang karet berhologram tersebut telah mengakui bahwa produknya tersebut tak memiliki manfaat apapun. Nah lo?!!! Hwahahaha....

Tapi aku tak malu memakainya dan tidak serta merta mencopotnya seperti para atlit dan selebritis yang beli dengan harga selangit itu. Tau knapa??? karena aku merasa tak tertipu. Orang aku belinya gak semahal mereka, hanya 15 ribuan saja. Hehe... Dan aku mendapat manfaat juga kog dengan memakainya. ;-D Aku tambah keren n cantik 15 kali lipat dibanding sebelum memakainya. Percaya gak???... :-D


Kalau engkau tak mampu....

"Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di atas bukit,
Jadilah belukar. Tetapi belukar yang baik. Yang tumbuh di tepi danau...
Kalau kau tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan."

"Kalau kau tak mampu menjadi jalan raya,
Jadilah saja jalan kecil.
Jika kau tak mampu menjadi jalan kecil,
Jadilah jalan setapak yang membawa orang ke mata air."

"Suamiku...Ridhoilah aku..."



"Istri yang ketika meninggal dan suaminya ridho padanya, maka pintu-pintu surga dibukakan lebar-lebar baginya"...

Aku membacanya dalam sebuah novel "Rembulan Tenggelam di wajahmu" karya Tere Liye. Meski dulu, duluuu sekali hadist ini sudah tak asing lagi di telingaku. Tapi membacanya di novel ini, seolah merefresh memoryku.
Sebenarnya aku membeli novel ini secara tak sengaja ketika mengantar anakku membeli buku. Tertarik dengan judul dan nama pengarangnya. Tere Liye! Baru kali ini aku baca karyanya. Ternyata mengasyikan juga. Ceritanya sangat menyentuh relung-relung hati. Sebuah kisah yang mengajarkan kita untuk memaknai arti takdir secara sederhana.
Membacanya membuatku lupa segala. Lupa makan (kebiasaan ini sih...hehe..), lupa mandi, lupa tidur.Sampai-sampai makanpun aku minta disuapin sama suami yang kebetulan sedang nyuapin anak-anak. "Makasih ya mas, telah nyuapin aku dan membikinkan aku segelas sereal tuk mengganjal perutku yang seharian tak keurus olehku."

"Suamiku, apakah kau ridho padaku?... Apakah kau akan tetap ridho seandainya takdir tidak berpihak padamu?"
"Aku ridho dengan apa yang telah terjadi...aku ridho dengan apa yang telah kau beri"
Hiks!!

"Suamiku...Tak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Tak ada yang tak adil dalam hidup.
Maafkan aku suamiku, ampuni aku..apabila sepanjang kita mengarungi bahtera kehidupan ini, riak dan gelombang yang menerpa kadang membuatku kalut dan banyak membuat kesalahan, baik yang sengaja maupun yang tidak, yang kau sadari maupun yang tidak... Ampuni aku suamiku... Ridhoilah aku..."